Senantiasa Berzikir Kepada Allah

Bismillahirrohmanirrohim,

Seandainya seluruh kebiasaan orang yang bertakwa diurutkan sesuai dengan kadar keutamaannya, maka yang menempati tempat teratas tentunya adalah kebiasaannya berzikir kepada Allah di setiap waktu. Sungguh wahai saudaraku, zikir kepada Allah adalah muara dari semua kebaikan yang dilakukan oleh seorang mu’min. Dan tidaklah mungkin seorang mencapai derajat takwa hingga ia mengingat Allah dalam setiap detik kehidupannya.

Jikalau Anda ingin menjadi orang yang bertakwa, maka yang harus Anda lakukan setelah mengucap dua kalimat syahadat adalah mengingat Allah di manapun Anda berada.  Ingatlah Allah dengan terus mengucap lafaz-lafaz zikir yang terbaik. Ingatlah Allah dengan terus-menerus mengucap istighfar. Jadikanlah zikir sebagai kebiasaan Anda sehari-hari.

Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di setiap pagi dan petang.(Al-Ahzab:41-42)

Saat sebagian orang hanya berzikir kepada Allah ketika selesai sholatnya, maka ketahuilah, sesungguhnya itu tidaklah cukup untuk mengantarkan Anda menjadi hamba-Nya yang pandai bersyukur. Wahai saudaraku, jadikanlah tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan ucapan istighfar sebagai kawan terdekatmu dimanapun Anda berada. Sibukkanlah diri Anda dengannya dalam setiap aktivitas Anda. Jika Anda kesulitan untuk memulai itu, maka bantulah diri Anda dengan menggunakan alat tertentu. Anda dapat membawa untaian tasbih sebagai sarana belajar untuk membiasakan diri Anda berzikir.

Bawalah tasbih itu kemanapun Anda pergi sesuai dengan kesanggupan Anda. Geserlah butir-butir tasbih itu satu per satu sambil meresapi setiap zikir yang Anda lafalkan. Jangan batasi diri Anda berzikir hanya setelah selesai sholat, tetapi lakukanlah di manapun. Saat Anda sedang dalam perjalanan, saat Anda sedang di kendaraan, saat Anda sedang di pasar, saat Anda sedang di kantor, saat Anda sedang memasak, saat Anda sedang bekerja, usahakanlah selalu untuk menjalin butir-butir tasbih itu terus-menerus. Dan jikalau itu sudah menjadi kebiasaan Anda, maka mungkin Anda suatu saat nanti tak lagi memerlukan untaian butir-butir tasbih lagi untuk mengingat Allah. Jari-jemari Anda sudah bergerak dengan sendirinya, lidah Anda sudah terbiasa untuk selalu berzikir kepada-Nya, dan hati Anda selalu mengingatnya di manapun Anda berada.

Wahai saudaraku, sungguh Anda akan mendapati orang yang paling banyak berzikir adalah orang yang paling baik ibadahnya kepada Allah dan paling baik akhlaknya kepada manusia. Bagaimana tidak wahai saudaraku? Sesungguhnya zikir yang mereka ucapkan terus-menerus akan membuat hatinya dekat kepada Allah. Dan setiap kali azan berkumandang, maka hatinya langsung bergetar dan membuatnya bergegas mendirikan sholat karena ia sadar bahwa Kekasihnya yang ia selalu menyebut-nyebut nama-Nya sedang memanggilnya. Ia juga tidak mungkin memiliki pikiran jahat apalagi melaksanakannya, karena setiap kali lintasan pikiran seperti itu muncul maka dia akan berpaling darinya sebab ia selalu ingat kepada Allah.

Dan kebiasaan berzikir kepada Allah akan mengantarkan seorang mu’min mencapai derajat ihsan. Tahukah Anda apakah ihsan itu? Ihsan berarti Anda beribadah kepada Allah seakan-akan Anda melihat-Nya, dan apabila Anda tidak melihat-Nya maka Anda menyadari bahwa Ia selalu melihat Anda. Lalu bagaimana mungkin seseorang sampai kepada derajat itu jika ia hanya mengingat Allah setengah-setengah? Tidak wahai saudaraku, sesunguhnya Anda tak akan pernah sampai kepada derajat itu hingga Anda menjadikan zikir sebagai bagian dari darah daging Anda sendiri.

Seorang mu’min yang senantiasa berzikir kepada Allah akan selalu berada dalam kebaikan. Dan mereka adalah orang yang paling beruntung di dunia ini karena kebiasaanya mengingat Allah. Sehingga Anda akan melihatnya selalu mengerjakan amal sholeh dan menghindarkan dirinya sejauh-jauhnya dari kemaksiatan. Dan sesungguhnya amalan hatinya jauh lebih baik dari apa yang bisa Anda lihat. Ia selalu memohon ampun kepada Allah sesaat setiap kali ia melakukan kekhilafan. Ia berlindung kepada Allah agar dijauhkan dari pikiran jahat setiap kali pikiran itu muncul. Ia adalah orang yang paling banyak beristighfar kepada Allah meskipun Anda tak mengetahuinya.

Ia selalu mengingat Allah kapanpun dan dimanapun ia berada. Anda akan melihat wajahnya teduh dan ucapannya selalu baik. Jika tangannya sibuk maka mulutnya tak pernah berhenti berzikir sehingga ia hanya menggunakan tangannya untuk kebaikan. Jika mulutnya sedang digunakannya untuk bicara, maka pikirannya selalu tertuju kepada Allah sehingga ia tak pernah mengucapkan ucapan buruk atau membicarakan orang lain. Jika pikirannya sedang sibuk maka hatinya selalu ingat kepada Allah sehingga ia selalu ingat bahwa segala persoalan yang ia hadapi adalah ujian keimanan bagi dirinya. Jika ia tertidur, Anda akan melihat matanya terpejam, tubuhnya tertidur, tapi hatinya terus terjaga.

Dan amatlah jauh perbedaan orang yang berzikir dan orang yang tak pernah berzikir. Perumpaan keduanya bagaikan orang yang hidup dan orang yang mati.
“Perumpamaan orang yang berzikir kepada Robbnya dengan orang yang tidak pernah berzikir ialah seperti orang yang hidup dan orang mati” (HR. Bukhori dan Muslim)
Ya, demikianlah keutamaan zikir bagi seorang mu’min. ZIkir adalah pangkal dari semua kebaikan yang dilakukan oleh seorang mu’min. Kebiasaan berzikir bagi seorang mu’min adalah seperti keberadaan air bagi seekor ikan. Ia tidak mungkin bisa hidup jika tak ada air di sekelilingnya. Begitu jugalah zikir bagi seorang mu’min. Pada dasarnya, seorang mu’min telah mati jika ia berhenti berzikir kepada Allah. Karena ketika itu ia akan mulai memikirkan hal-hal jahat, mengerjakan perbuatan dosa dan tenggelam di dalamnya semakin dalam. Ia menjadi malas beribadah. Ia menjadi durhaka kepada Allah dan berlaku zhalim kepada orang lain. Lalu, kemuliaan apa yang tersisa dari orang seperti itu? Sesungguhnya tak ada lagi yang tersisa bagi dirinya karena pada hakikatnya ia telah mati.

Wahai saudaraku, sesungguhnya zikir adalah hal terindah bagi seorang mu’min. Ia merasakannya sebagai sesuatu yang menyenangkan dan penuh kenikmatan. Ia menjadi tenang dengannya dan terhibur dengan melakukannya.
Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ketahuilah, sesungguhnya hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang. (Ar-ra’d:28)

Dan jika orang-orang fasik mencari tempat-tempat sepi untuk bersembunyi melakukan kemaksiatan, maka tidak demikian dengan seorang mu’min. Ia akan mendapati tempat-tempat sepi untuk berzikir dan bermunajat kepada Allah. Dalam keterasingan ia menemukan ketenangan untuk berzikir dan menghayati bacaan zikir yang ia ucapkan. Dan tidakkah Anda melihat dari sini bagaimana jauhnya perbedaan orang yang senantiasa berzikir kepada Allah dengan orang-orang yang lalai? Orang-orang fasik itu jika menemukan tempat yang sepi maka ia akan melakukan dosa karena ia merasa aman dari pengelihatan orang lain. Sementara orang yang penuh ketakwaan, jika menemukan tempat-tempat yang sepi maka ia akan menangis karena takut kepada Allah. Sungguh beruntunglah orang-orang yang senantiasa berzikir kepada Allah. Dan sungguh merugi orang yang lalai dari berzikir.

Syaitan telah menguasainya sehingga menjadikan mereka lupa dari mengingat Allah. Mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, ssesungguhnya golongan syaitan itu adalah orang-orang yang merugi. (Al-Mujaadilah:19)
Na’udzubillahi min dzalik..
Kita berdo’a semoga Allah menjadikan kita sebagai bagian dari orang yang selalu mengingat-Nya. Amiiin.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s